Menambah Ilmu, Memperkuat Iman – Alhamdulillah, semangat menuntut ilmu di kalangan para muslimah terus menyala terang. Pada hari Jumat, 23 Oktober 2026, telah terlaksana kegiatan Kajian Fiqih & Hadits Muslimah Ihya Ul Ummah yang bertempat di Ihya Center, lingkungan Rumah Qur’an Prapanca yang penuh berkah.
Sekilas Pembahasan Kajian:
- Tema Kajian: Pembahasan Mendalam Hadits Arba’in ke-14.
- Pemateri: Ustadz Warsito (Guru RQP) & Ustadz Fai (Pimpinan Yayasan).
- Fokus Materi: Menjunjung tinggi nilai keselamatan jiwa dalam syariat Islam.
Di tengah padatnya peran seorang wanita—baik sebagai ibu, istri, maupun bagian dari masyarakat—meluangkan waktu untuk duduk di majelis ilmu adalah sebuah oase yang menyejukkan. Majelis ilmu bagi seorang muslimah bukan sekadar tempat menggugurkan kewajiban belajar, melainkan ruang pengisian ruhiyah (batin) agar senantiasa kuat menghadapi dinamika kehidupan.
Kehadiran forum Kajian Fiqih dan Hadits ini menjadi ikhtiar nyata dari Muslimah Ihya Ul Ummah untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut. Pada kesempatan yang sangat berharga ini, para jamaah diajak untuk menyelami untaian hikmah dari sabda Rasulullah ﷺ melalui kitab yang sangat monumental, yakni Hadits Arba’in An-Nawawi.
✨
Perjalanan menjadi seorang muslimah yang berilmu tidak akan pernah ada kata berhenti. Karena dari rahim wanita yang cerdas, akan lahir peradaban yang berkualitas.
Membedah Makna Hadits Arba’in Ke-14
Kajian kali ini terasa semakin mendalam karena diampu secara bergiliran oleh dua guru luar biasa, yakni Ustadz Warsito selaku Guru Rumah Qur’an Prapanca dan Ustadz Fai selaku Pimpinan Yayasan Ihya Ul Ummah.
Fokus pembahasan pada Jumat berkah tersebut adalah Hadits Arba’in ke-14. Dalam hadits ini, para peserta diajak untuk memperdalam salah satu prinsip paling fundamental dalam ajaran Islam, yaitu tentang betapa berharganya darah dan nyawa seorang manusia. Islam melarang keras menumpahkan darah seorang Muslim, kecuali karena tiga alasan yang sangat spesifik dan dibenarkan oleh ketetapan syariat.
Melalui bedah hadits ini, kita kembali diingatkan bahwa agama yang kita peluk ini sangat menjunjung tinggi kehormatan, hak asasi, dan keselamatan jiwa. Setiap kehidupan yang diciptakan oleh Allah memiliki nilai yang teramat agung dan tidak boleh diperlakukan secara sembarangan oleh siapa pun.
📖 Memperbaiki Pemahaman
Memahami hukum dan ketentuan syariat secara utuh agar kita terhindar dari pemahaman yang keliru atau berlebihan dalam menyikapi suatu hal.
🛡️ Menguatkan Keimanan
Menyadari betapa sempurnanya aturan Allah SWT dalam menjaga tatanan kehidupan manusia akan menumbuhkan rasa syukur dan iman yang kokoh.
🌱 Mengamalkan Kebaikan
Ilmu yang didapat harus termanifestasi dalam wujud akhlak yang welas asih dan penuh penghormatan terhadap sesama makhluk ciptaan-Nya.
Konsekuensi dari Sebuah Ilmu yang Bertambah
Di pengujung kajian, terdapat sebuah refleksi yang sangat menampar batin kita semua. Majelis taklim ini bukanlah sekadar ruang duduk untuk memindahkan catatan dari lisan ustadz ke dalam buku tulis. Lebih dari itu, majelis ini adalah kawah candradimuka untuk menumbuhkan kesadaran diri agar berani mengamalkan ajaran Islam secara nyata.
Sebab, berlakulah sebuah kaidah spiritual: “Semakin dalam ilmu yang kita pelajari dan kita ketahui, maka semakin besar pula tanggung jawab yang kita pikul untuk mengamalkannya di kehidupan sehari-hari.” Pemahaman ini menjadi cambuk pengingat bagi setiap muslimah agar ilmu yang dituntut tidak menguap begitu saja setelah melangkah keluar dari masjid.
Mari Terus Meluangkan Waktu untuk Belajar
Semoga setiap kepingan ilmu yang kita peroleh dari kajian ini menjadi tambahan pemahaman yang menerangi hati, penguat iman di kala rapuh, serta bekal kokoh untuk menjalani kehidupan yang selaras dengan tuntunan ٱلۡقُرۡءَان dan Sunnah Rasulullah ﷺ.
Bergabung dengan Majelis Muslimah Kami
Pahami Lebih Lanjut
Eksplorasi ragam kegiatan keilmuan dan pembinaan muslimah dari majelis kami.
FAQIH Ke-11: Level Up Your Self Bersama Kak Atika Fitri
Bertumbuh Menjadi Versi Terbaik.
Kajian Remaja FAQIH Ke-4: Louder Than The Noise
Bangkitnya Kesadaran Generasi Muda.