Category Artikel

Alhamdulillah, puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT. Sebuah langkah awal yang penuh kebaikan telah resmi ditapaki. Pada tanggal 2 Agustus yang lalu, kegiatan Liqo Maftuh Fahmul Qur’an telah terlaksana dengan lancar dan penuh khidmat. Kegiatan ini merupakan gerbang pembuka untuk program-program kebaikan terbaru yang digagas oleh Rumah Qur’an Prapanca.

Mempelajari kitab suci bukanlah sekadar kegiatan lisan untuk melafalkan ayat demi ayat dengan benar. Lebih dalam dari itu, berinteraksi dengan firman Allah membutuhkan kesiapan hati dan kejernihan pikiran agar setiap makna yang terkandung di dalamnya dapat diamalkan. Semangat inilah yang menjadi fondasi utama dari diadakannya majelis ilmu yang istimewa ini.

Acara ini dirancang untuk menjadi momentum pembaruan niat. Di sini, para jemaah diajak untuk menyatukan visi dan semangat dalam bertumbuh bersama ٱلۡقُرۡءَان. Tujuannya sangat jelas: bukan hanya cakap dalam membaca dan memahaminya, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai pedoman sejati dalam menghadapi dinamika kehidupan sehari-hari.


Semangat Baru: Menjadikan ayat suci sebagai kompas yang mengarahkan setiap keputusan dan langkah hidup kita ke depan.

Nasihat Menggugah dari Ustadz Ibrahim Abu Faqih

Kehadiran sebuah majelis ilmu akan terasa semakin bermakna ketika disirami dengan tausiyah dari para guru. Pada pertemuan Liqo Maftuh Fahmul Qur’an kali ini, peserta mendapatkan suntikan motivasi yang luar biasa.

Nasihat dan arahan spiritual disampaikan langsung secara hangat oleh Ustadz Ibrahim Abu Faqih, selaku Pimpinan Yayasan Ihya Ul Ummah. Pesan-pesan yang beliau sampaikan begitu relevan dan menyentuh hati sanubari para santri. Beliau mengingatkan kembali betapa pentingnya meluruskan niat dalam menuntut ilmu, karena niat yang ikhlas adalah kunci utama terbukanya pintu pemahaman.

Dengan suasana majelis yang penuh antusiasme, para santri tampak begitu saksama menyimak setiap untaian kata yang disampaikan. Kehadiran Ustadz Ibrahim Abu Faqih seolah menjadi pengingat lembut bahwa perjalanan belajar ini harus selalu diiringi dengan kerendahan hati dan rasa haus akan rida Ilahi.

Memperbaiki Diri

Proses belajar adalah jalan tanpa henti untuk mengevaluasi kekurangan dan memperbaiki akhlak setiap harinya.

Mendekatkan Hati

Membaca dan menelaah makna ayat-ayat suci berfungsi sebagai terapi bagi hati yang kerap dilanda keresahan duniawi.

Pedoman Hidup

Menjadikan setiap ayat yang dipelajari sebagai penuntun arah saat harus mengambil keputusan-keputusan penting dalam hidup.

Menuntut Ilmu Bukanlah Perjalanan Sendiri

Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa berjalan sendirian mungkin bisa membuat kita bergerak lebih cepat, namun berjalan bersama akan membuat kita melangkah jauh lebih kuat.

Hal inilah yang selalu ditekankan di lingkungan Rumah Qur’an Prapanca. Perjalanan menuntut ilmu agama bukanlah sebuah perjalanan sunyi yang ditempuh seorang diri. Terkadang ada rasa lelah, kantuk, atau futur (penurunan iman) yang menghampiri. Di saat-saat seperti itulah, keberadaan kawan seperjuangan sangat dibutuhkan.

Kita belajar bersama dalam majelis, bertumbuh bersama membenahi hafalan, dan saling menguatkan saat menghadapi kesulitan memahami tafsir. Melalui sinergi ukhuwah inilah, kita berupaya bersama-sama menapaki jalan panjang yang semoga Allah senantiasa limpahkan dengan ilmu yang bermanfaat, keberkahan yang berlimpah, dan kebaikan yang tiada putus.

Bersama Meniti Jalan Ilmu dan Keberkahan

Semoga pertemuan awal ini melahirkan semangat baru di dalam dada kita. Teruslah bersemangat untuk belajar, mengevaluasi diri, dan mendekatkan hati kita kepada ٱلۡقُرۡءَان. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Ikuti Program Majelis Kami Selanjutnya

 

top

Inactive

Belajar Al-Qur'an Itu Mudah, Menyenangkan dan Berpahala
Program Unggulan